Kandung

Langit kelabu di ujung hari 
Lekaslah pulang, dan sekian untuk hari ini 
Merebahlah sejenak pada peluk kalbu agung ibu 
Terlalu lama untuk tersesat, 
Saatnya pulang, rayakan sejenak duka dan suka ini walau tersipu 
Ceritakan semua luka-Mu 
Hati-Nya masih lapang untuk bertumpu 
Lengannya masih erat merangkul semua ego untuk sebuah pembuktian, 
Gengsi akan segala pencapaian, 
Jujurlah dengan semua luka, 
Kian tertatih dan semakin terjajah ilusi, 
Menangis dan teriaklah sebisa-Mu 
Rapuh dan lemah. Itu aku, juga dengan-Mu 

“Ibu masih sama seperti hari lalu 
Lengan ini tak pernah kurang merangkul tubuh-Mu. 
Seperti apa mimpi-Mu...? 
Doa ibu tidak pernah berujung untuk-Mu 

Ibu masih sama seperti hari lalu 
Pulanglah, merebahlah sebentar anak-Ku 
Dada ini selalu lapang untuk-Mu” 

Akui saja kekalahan ini 
Hari ini gagal, tapi tidak dengan pembuktian ini 
Seperti hal-Nya doa ibu, perjuangan ini tak akan berujung. 
Kembalilah ke gelanggang dengan semua mimpi 
Doa ibu senantiasa menyertai sepanjang hari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fatamorgana

I am